you're reading...
Uncategorized

Prinsip yang Diperjuangkan

Sahabat, aku akan bercerita untuk kalian dan berbagi hikmah kepada kalian. Cerita ini tentang perjuangan akan prinsip yang membutuhkan pengorbanan. Perjuangan prinsip dalam rangka meraih mimpi dan keberhasilan. Perjuangan yang membutuhkan daya tahan yang berkepanjangan. Hanya bagi yang mau dan selalu berusahalah yang mampu menggapainya.

Sahabat, tiga tahun lebih telah kuhabiskan waktuku di kota ini. Tak terasa misiku disini pun hampir terselesaikan. Akhirnya aku pun mampu menyelesaikan semuanya dengan tepat waktu. Di satu sisi aku merasa lega dan puas. Namun disisi lain aku bimbang dan menghadapi ketakutan. Aku menghadapi situasi dilematis. Situasi yang kusebut dengan pengujian idealisme dan cita-cita. Situasi yang menguji aku hingga seberapa kuat aku memperjuangkan tentang apa yang aku anggap sebagai jalan terbaik.

Sahabat, tentulah kita bahagia apabila kita mampu melalui satu fase dalam hidup kita. Begitupula dengan diriku, aku bahagia aku mampu menembus titik tertinggi dari pendidikanku. Titik ini menandakan bahwa inilah saatku untuk memasuki dunia nyata. Titik inilah yang mengisyaratkan aku agar melepaskan diri dari bayang-bayang orangtuaku. Tentu saja titik ini juga mendorong aku untuk segera mencari pekerjaan agar aku mampu mandiri dan menghidupi diriku sendiri. Memang semuanya tampak normal, aku menjalani setiap episode ini sesuai dengan rule of the game yaitu lulus dan segera mencari pekerjaan. Namun ada sisi lain yang menyangkut pemikiran dan nilai-nilai yang terbentuk dalam diriku yang membuat aku tidak serta merta dengan leluasa dapat memilih pekerjaan. Belum lagi aku harus mempertimbangkan kepentingan orang-orang disekitarku sehingga memilih pekerjaan bagiku jauh lebih sulit daripada memilih universitas seperti yang kulakukan 3 tahun yang lalu.

Kebimbangan yang kuhadapi kini bukanlah karena sedikitnya lowongan kerja yang tersedia dan bukan juga karena tidak ada perusahaan bonafit yang membuka kesempatan untukku berkarir. Ada hal lain yang menyangkut prinsip yang aku genggam selama ini. Aku menginginkan bekerja di bidang pekerjaan yang ku anggap bersih dan bermanfaat bagi orang lain. Aku sangat berharap dapat bekerja di salah satu bank syariah di negeri ini. Aku menganggap dengan bekerja di bank syariah aku bekerja dalam suatu sistem yang tepat dan tidak berseberangan dengan keimananku. Selain itu menurutku bidang inilah yang sesuai dengan kemampuanku. Aku bukanlah seorang yang suka pilih-pilih. Aku juga tertarik di bidang lain seperti bekerja pada perusahaan manufaktur, akan tetapi kemampuan yang kumiliki lebih mendukung aku masuk ke perbankan.

Keinginan ku masuk ke perbankan syariah membuat aku terjebak dalam perasaan yang membuatku serba salah. Di satu sisi aku harus segera mendapatkan pekerjaan agar tidak lagi membebani orangtuaku. Namun disisi lain aku harus istiqomah dengan prinsipku bahwa bekerja di bank syariah merupakan pilihan hidupku. Keadaannya saat ini lowongan di bank syariah masih sedikit  dan saat ini banyak lowongan dari bank konvensional yang menggoda prinsipku untuk pindah jalur. Selain kesemptatan karir yang bagus dan ditunjang oleh penghasilan yang tinggi godaan itu makin kuat karena adanya desakan dari dalam diri untuk mengambil peluang yang sudah terbuka di depan mata.

Situasi seperti ini memberikan pelajaran yang begitu berarti untukku. Aku belajar ternyata memperjuangkan sebuah prinsip tidak segampang dengan apa yang diucapkan. Perjuangan ini membutuhkan banyak tenaga, pikiran dan bahkan berkorban dalam bentuk perasaan. Berjuang untuk sebuah prinsip bukan hanya perjuangan tentang apa yang terbaik untuk kita tetapi tentang apa yang terbaik bagi orang-orang disekitarku. Aku belajar bahwa menahan godaan itu bukanlah sesuatu yang mudah banyak. Karena sesuatu yang selama ini seolah-olah dapat dihindari dengan mudah ternyata Nampak sebagai sesuatu pilihan yang mau tak mau harus diambil. Hanya prinsip lah yang masih membatasi diriku untuk melakukannya.

Aku sadar ternyata orang yang memiliki sesuatu yang digenggam (prinsip dan keyakinan) membuat dia tak punya banyak pilihan. Tak heran orang yang memiliki idealisme yang berbeda dari orang lain terkadang menjadi orang asing dalam kehidupan. Tak heran mereka yang memperjuangkan prinsip yang mereka yakini kebanyakan tidak menjadi orang yang secara financial bekecukupan. Tidak heran pula orang-orang yang memiliki pemikiran mainstream banyak memiliki hidup yang sejahtera. Karena pemikirannya dapat diterima orang kebanyakan.

Aku teringat cerita Rasul yang begitu gigih berjuang mendakwahkan Islam, meskipun dihujat dan dimusuhi banyak orang, beliau tetap istiqomah berdakwah. Meskpiun hidup dlam situasi yang tidak menentu beliau tetap teguh memegang apa yang beliau yakini. Namun akhirnya apa yang beliau perjuangkan membuahkan hasil yaitu tersebarnya Islam ke seluruh dunia. Hal serupa juga ditunjukkan oleh tokoh-tokoh bangsa ini yang memperjuangkan bangsa ini. Mereka yakin hanya perlawananlah yang bisa membebaskan rakyat dari segala bentuk kesengsaraan. Pejuanganmu itu pun berbuah kemerdekaan yang kita nikmati sekarang.

Sahabat aku kini menyadari tentang proses terbentuknya sebuah keberhasilan, ia lahir bukan dari idealisme dan prinsip yang tak teruji. Keberhasilan membutuhkan pengorbanan dari pejuangnya.  Keberhasilan bukan datang karena kebetulan, akan tetapi keberhasilan itu datang dari pertarungan prinsip yang terjadi dalam diri seseorang.

Kebimbangan yang aku alami tidak seberapa keitmbang perjuangan orang-orang yang telah mendahuluiku. Orang-orang yang dengan berani dan istiqomah yang berhasil meperjuangakan kebenaran. Aku menjadi mantap untuk memegang prinsip yang menjadi panutan. Karena prinsip bukanlah masalah uang dan kemapanan, akan tetapi prinsip adalah tentang hidup dalam kebenaran.

Kini yang bisa aku lakukan dan mungkin kalian juga lakukan adalah meyakini apa yang kita yakini. Selama apa yang kita yakini itu bermanfaat bagi banyak orang dan memberikan kehidupan bagi banyak orang maka keyakinan itu harus kita pertahankan dan perjuangkan. Entah itu akan berseberangan dengan orang lain namun kita harus tetap berjuang. Meskipun keyakinan kita menjebakkan kita dalam suatu keadaan yang minim dengan pilihan-pilihan kita harus bertahan. Karena kita yakin dalam perjuangan yang panjang pasti datang sebuah keberhasilan.

 

About khairilmuslim

try to the best and useful for the others

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TRANSLATE

Just Click!!

Join 849 other followers

Blog Stats

  • 16,404 hits
%d bloggers like this: