you're reading...
sosial

Miskin, Dilarang Sakit!!!!!

 

Sudah bukan rahasia lagi pelayanan kesehatan bagi masyarakat golongan menengah ke bawah di Indonesia sangat buruk. Telah banyak kasus yang terjadi seperti kasus penelantaran pasien, penanganan yang lambat, tidak maksimal, hinnggga proses birokrasi yang berbelit-belit. Permasalahan-permasalahan ini sering kali dianggap sepele oelh sebagian masyarakat. Terutama para karyawan rumah sakit yang menganggap pasien dari golongan menengah ke bawah merupakan pasien kelas 3. Akibatnya banyak pasien yang berasal dari keluarga miskin kesehatannya tidak dapat pulih optimal bahkan berujung kepada kematian.

Seperti yang terjadi pada salah satu rumah sakit umum di daerah Jakarta, dimana kualitas pelayanannya sangat buruk. Bahkan rumah sakit tersebut telah mendapatkan pengakuan sebagai rumah sakit orang tidak mampu. Akan tetapi pelayanan yang diberikan kepada pasien tidak mampu justru sebaliknya. Banyak pasien yang tidak mampu yang tidak tertolong akibat pelayanan rumah sakit yang sangat buruk.

Seorang pasien penderita stroke yang telah menderita penyakitnya selama 11 tahun. Selama ini ia hanya dirawat di rumahnya akibat kekurangan biaya. Karena kondisinya yang semakin melemah akhirnya pihak keluarga membawanya ke rumah sakit. Ia pun lalu dirawat di salah satu bangsal. Pada saat awal dia datang terdapat luka yang banyak di daerah belakang tubuh akibat terlalu lama berbaring di rumah. Seharusnya pada saat dirawat di rumah sakit luka-luka harus dibersihkan, akan tetapi hal itu dilakukan oleh petugas medis dan dibiarkan begitu saja hingga terjadi infeksi. Hal ini menjelaskan lambannya penanganan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit terhadap pasien yang kurang mampu.

Berita ini dituturkan oleh salah seorang mahasiswa fakultas kedokteran yang sedang melaksanakan kepaniteraan klinik di rumah sakit tersebut. Ia juga menuturkan kasus lainnya yaitu ketika seorang pasien yang datang ke rumah sakit dengan menderita penyakit berat. Dari pemeriksaan pasien mengeluh perutnya sakit dan dari pemeriksaan fisik teraba perutnya tegang dan keras. Namun setelah pemeriksaan pasien dibiarkan begitu saja hingga membuat kesadaran pasien menurun dan akhirnya nyawa pasien tidak dapat ditolong lagi. Seharusnya setelah pemeriksaan pasien mendapatkan penanganan yang cepat mengingat kondisi pasien dalam keadaan parah.

Kasus tersebut merupakan bukti lemahnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Seolah-olah masyarakat miskin tidak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Sudah seharusnya paradigma ini harus segera dirubah. Profesionalisme petugas medis harus lebih ditingkatkan lagi. Petugas medis diharapkan tidak memberikan pelayanan yang pilih kasih. Masyarakat miskin juga manusia yang memiliki hak untuk hidup sehat dan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

(khairil)

About khairilmuslim

try to the best and useful for the others

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TRANSLATE

Just Click!!

Join 849 other followers

Blog Stats

  • 16,404 hits
%d bloggers like this: